BAB II

Januari 20, 2009 by rojakoh

MENU CHANNEL

2.1 REVIEW WIRELESS CHANNEL

Channel ialah rumah dari masing-masing AP seperti sebuah radio yang biasanya memiliki sebuah switch yang bisa dipake untuk merubah frekuensi biasanya dalam sebuah radio memiliki frekuensi AM dan FM dimana dalam frekuensi AM dan FM terdapat ratusan stasiun radio yang bisa dipilih oleh pendengar sesuai dengan kesukaan-nya.

Karena dalam penulisan buku ini penulis menggunakan wireles sebagai sarana untuk melakukan ujicoba, jaringan wireles menggunakan konsep yang sama seperti radio, dimana saat ini terdapat 2 alokasi frekuensi yang digunakan yaitu 2.4 GHz dan 5 GHz yang bisa pembaca bayangkan sebagai frekwensi AM dan FM. Frekwensi 2.4 GHz yang digunakan oleh 802.11b/g/n juga dibagi menjadi channel-channel seperti pembagian pada stasiun radio.

Organisasi international ITU (International telecomunications Union) yang bermarkas di genewa membaginya menjadi 14 channel namun setiap negara mempunyai kebijakan tertentu terhadap channel ini. Seperti Amerika hanya mengijinkan pengguanaan channel 1-11, eropa hanya menggunakan channel 1-13 sedangkan dijepang dieperbolehkan menggunkan semua channel yang tersedia dari 1-14, indonesia biasanya hanya menggunakan channel 11-13.

Channel

Frequency(GHz)

Range

Channel Range

1

2.412

2.401-2.423

1-2

2

2.417

2.406-2.428

1-4

3

2.422

2.411-2.433

1-5

4

2.427

2.416-2.438

2-6

5

2.432

2.421-2.443

3-7

6

2.437

2.426-2.448

4-8

7

2.442

2.431-2.453

5-9

8

2.447

2.436-2.458

6-10

9

2.452

2.441-2.463

7-11

10

2.457

2.446-2.468

8-11

11

2.462

2.451-2.473

9-11

12

2.467

2.456-2.478

Not US

13

2.472

2.461-2.483

Not US

14

2.484

2.473-2.495

Not US

Frekwensi yang digunakan oleh setiap channel pada table diatas, terlihat sebuah channel bisanya hanya ditulis frekwensi tengahnya saja. Misalnya untuk channel pertama, dituliskan mempunyai frekwensi2.412, padahal dalam kenyataan frekuensi ini menggunakan range antara 2.401-2.423 yaitu 11 Mhz dibawah dan diatas 2.412 karena itu setiap channel dikatakan mmepunyai lebar 22 MHz. permasalahan yang juga terdapat pada table diatas, yaitu frekwensi yang digunakan oleh channel 1 dan channel 2sebagian saling tumpang tindih karena channel 1 menggunakan 2.401-2.423 sedangkan channel 2 menggunakan 2.406-2.428! permasalahan tumpang tindih ini menimbulkan masalah yang serius, yaitu akan menimbulkan interfensi yang akan menmbulkan rusaknya data-data yang akan dikirim(permaslahan paling parah tentunya bila menggunakan channel yang sama).

Agar tidak terjadi interfensi, maka diperluakan strategi penggunaan channel yang baik. Pada loaksi yang sama, sebaiknay dihindari menggunakan channel yang akan menimbulkan interfensi, untuk ini harus dipilih channel-channel yang tidak saling mengganggu agar diperoleh perfomence yang makasimal.

2.2 CHANNEL

Aplikasi scanning wifi Network Stumbler, menyediakan menu channel untuk mengetahui channel yang dipakai oleh Acces Point yang signalnya tertangkap device Jika sebelum nomor channel ada tanda (*) artinya ada keterhubungan dengan device, atau ada tanda (+) yang artinya ada keterhubungan dengan beberapa point .

12

SSID (Service Set Identifier)


SSID (Service Set Identifier) merupakan identifikasi atau nama untuk jaringan Wireless. Setiap peralatan Wi-Fi harus menggunakan SSID (Service Set Identifier) tertentu. Peralatan Wi-Fi dianggap satu jaringan jika menggunakan SSID (Service Set Identifier) yang sama. Agar dapat berkomunikasi, setiap peralatan Wireless haruslah menggunakan SSID (Service Set Identifier) bersipat case-sensitive, penulisan huruf besar dan huruf kecil akan sangat berpengaruh.

SSID atau Service set identifier adalah tempat mengisikan nama dari access point yang akan disetting. Apabila klien komputer sedang mengakses kita misalnya dengan menggunakan super scan, maka nama yang akan timbul adalah nama SSID yang diisikan tersebut.

Biasanya SSID untuk tiap Wireless Access Point adalah berbeda. Untuk keamanan jaringan Wireless bisa juga SSID nya di hidden sehingga user dengan wireless card tidak bisa mendeteksi keberadaan jaringan wireless tersebut dan tentunya mengurangi resiko di hack oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

13

WEP


WEP (Wired Equivalent Privacy) merupakan salah satu feature keamanan/security yang bersifat built-in pada peralatan Wi-Fi. Keamanan merupakan masalah yang cukup serius bagi pengguna Wi-Fi akibat gelombang radio yang dipancarkan adapter Wi-Fi dapat diterima oleh semua peralatan Wi-Fi yang ada disekitarnya (atau gedung di sebelahnya). Tentu saja kondisi semacam ini sangat rawan, karean informasi dapat “ditangkap” dengan mudah. Oleh sebab itu Wi-Fi dibuat dengan beberapa jenis enskripsi: 40 bit, 64 bit, 128 bit, 256 bit. Penggunaan WEP (Wired Equivalent Privacy) akan meningkatkan keamanan data transfer meskipun konsekuensinya adalah penurunan throughput data.

BAB I

Oktober 26, 2008 by rojakoh

BAB
1
PENGENALAN DAN INSTALASI
NETWORK STUMBLER
1.1Apa itu Network Stambler

Dengan semakin berkembangnya era informasi dimana dengan adanya sebuah jaringan internet maka jarak antar kota, pulau bahkan benua bukanlah menjadi suatu halangan untuk dapat berkomunikasi. Untuk mendukung kemajuan era informasi tersebut maka terciptalah salah satu teknologi nirkbel yaitu WiFi ( Wireless Frequency) yang bisa memungkinkan komunisi disuatu tempat dengan radius tertentu bisa berkomunkasi antar komputer yang satu dengan komputer lainya.

Kita semua tahu bahwa dengan perkembangan era WiFi (Wireless Frequency) alias nirkabel saat ini juga membuat pertumbuhan jumlah Access Point (AP) semakin banyak. Hanya saja, kalau hanya mengandalkan tool yang standar (terlebih lagi dengan tool Wireless Network Connection dari Windows) kita tidak akan mampu untuk mendeteksi AP yang mungkin sinyalnya lemah, ataupun misalnya untuk mendeteksi interference, dan juga mendeteksi serangan dari sinyal – sinyal wireless pada AP yang kita kontrol.

Salah satu tool yang mungkin bisa dikatakan salah satu yang terbaik saat ini dalam hal mengatasi kendala – kendala tersebut adalah NetStumbler yang bisa didownload disini (http://downloads.netstumbler.com/downloads/netstumblerinstaller_0_4_0.exe).

NetStumbler merupakan tool yang bisa untuk diandalakan dan dapat berfungsi untuk mendeteksi sinyal wireless yang berada dalam jangkauan device wireless kita, bahkan bisa menangkap sinyal yang lebih jauh dari pada yang dapat ditangkap oleh device wireless standar. Dibawah ini salah satu manfaat dari tool NetStumbler:
Menampilkan daftar sinyal dari AP yang tersedia disekitar device/pc
Detect AP yang seharusnya tidak boleh diakses oleh pc/device
Membantu mengarahkan anntena untuk menangkap sinyal yang cukup jauh
Detect jaringan lain yang kemungkinan bisa melakukan penetrasi terhadap jaringan kita.

1.2Instalasi Network Stumbler

………………………..

Proposal

Oktober 11, 2008 by rojakoh

JUDUL

NetStumbler ( Ialah tool untuk windows yang dapat digunakan untuk mendeteksi Wireless LAN menggunakan 802.11b, 802.11a and 802.11g).

MANFAAT SHOFTWARE

Menampilkan daftar AP yang tersedia disekitar device/pc Detect AP yang seharusnya tidak boleh diakses oleh pc/device kita Membantu mengarahkan anntena untuk menangkap sinyal yang cukup jauh Detect jaringan lain yang kemungkinan bisa melakukan penetrasi terhadap jaringan kita

USER INTERFACE RELEASE HISTORY

Network Stumbler

RELEASE HISTORY Network Stumbler
Version 0.4.0 (April 21, 2004)
Version 0.3.30 (August 18, 2002)
Version 0.3.23 (February 14, 2002)
Version 0.3.22 (August 6, 2001)
Version 0.3.21 (July 16, 2001)
Version 0.3.20 (July 13, 2001)
Version 0.3.10 (July 12, 2001)
Version 0.3.00 (June 19, 2001)
Version 0.2.00 (May 16, 2001)
Version 0.1.00 (May 5, 2001)

Alamat Blog

http://carori.wordpress.com